Layar 5.8 Inci dengan Aspek Rasio 18,5:9
Seperti disebutkan di atas, Galaxy S8 datang mengemas layar Super AMOLED berdiagonal 5.8 inci dengan aspek rasio 18,5 : 9. Apa yang menarik disajikan Galaxy S8 dengan rasio layar yang lain dari biasanya ini tidak hanya dari segi tampilan yang terlihat lebih memanjang saja, tentu pengalaman yang diberikan juga punya kelebihan tersendiri.
Mengingat belum banyak aplikasi ataupun konten video yang mendukung format layar yang diadopsi Galaxy S8. Pun begitu, di Galaxy S8 tersedia trik mudah untuk membuat tampilan aplikasi maupun video menjadi tersaji penuh di layar. Misalnya, ketika menonton video di Youtube dengan format rata-rata 16:9, bisa di-setting menjadi sesuai ukuran rasio layar pada Galaxy S8. Selain terasa lebih hidup, sajian konten penuh di layar membuat pengalaman menonton juga lebih asyik.
Layar Galaxy S8 memiliki resolusi maksimal hingga 2960 x 1440 piksel yang menghasilkan kerapatan layar hingga 640 dpi. Kenapa dikatakan maksimal, karena sejatinya layar Galaxy S8 ternyata bisa di-setting pengguna sesuai keinginan. Cukup mengakses menu Setting > Display > Screen resolution, pengguna bisa mengatur resolusi layar yang diinginkan, mulai dari HD+ (1480 x 720 piksel), FHD+ (2220 x 1080 piksel), hingga WQHD+ (2960 x 1440 piksel).
Hal yang juga menarik dari layar Galaxy S8 adalah datang dari sudut tumpulnya yang dibikin selaras dengan bodi smartphone yang kian memperindah tampilannya. Belum lagi fitur Always On Display yang juga cukup menyita perhatian. Ya, di smartphone flagship terbarunya ini, Samsung kembali menyuguhkan sesuatu yang baru, yakni Always On Display. Dengan fitur ini, ketika smartphone dalam kondisi standby akan tersaji angka jam beserta notifikasi lainnya yang dilatarbelakangi oleh wallpaper yang digunakan oleh pengguna.
Jika dahulu kita mengenal TouchWiz UI yang tak lain adalah antarmuka khas di smartphone Samsung, di Galaxy S8 nampaknya tidak lagi disebut istilah itu. Adapun penggantinya adalah Samsung Experience UI yang di smartphone ini tertulis versi 8.1. Secara umum tampilan antarmuka Galaxy S8 memang lebih segar. Hal yang mencolok dari antarmuka baru ini, Samsung ternyata telah meniadakan ikon App Drawer. Lalu bagaimana jika kita ingin mengakses App Drawer, caranya cukup swipe jari dari bawah ke atas atau sebaliknya.
BACA JUGA :
Performa
Tidak seperti Galaxy S8 untuk pasar Amerika Serikat yang datang mengusung chipset Qualcomm Snapdragon 835, pada unit review yang PULSA gunakan smartphone ini membenamkan SoC besutan Samsung sendiri, yakni Exynos 8895. Sekilas mengenai Exynos 8895, ini merupakan prosesor octa-core (4x2.3 GHz & 4x1.7 GHz) terbaru Samsung di mana dalam proses pabrikasinya juga menggunakan teknologi terkini, yaitu 10 nm. Di dalam chipset ini juga sudah tercakup GPU Mali-G71 MP20 untuk menyokong kinerja grafis Galaxy S8.
Masih dari sektor penyokong performa selain prosesor seperti yang disebut di atas, Galaxy S8 juga ditopang oleh RAM 4 GB dan memiliki memori internal 64GB yang bisa diperluas via kartu microSD. Bicara soal performanya, dengan spesifikasi yang dibawanya secara keseluruhan Galaxy S8 tergolong sangat mumpuni. Berdasarkan pengalaman penulis menggunakan smartphone ini, berbagai aktivitas mulai dari browsing internet hingga bermain game berat bisa dilakukan tanpa ada kendala.
Untuk melihat kinerja Galaxy S8 secara lebih objektif mungkin kita bisa lihat dari hasil benchmark yang dicetak smartphone ini. Di mana berdasarkan benchmark yang penulis lakukan menggunakan AnTuTu, Galaxy S8 berhasil mencetak skor 174325 (lebih detil hasil benchmark bisa dilihat pada tabel terlampir).
Bagaimana dengan baterainya? Dengan layar yang tergolong besar dan resolusinya yang juga tinggi, ditambah lagi fungsionalitasnya, idealnya smartphone ini memang didayai baterai ekstra besar. Toh demikian, Galaxy S8 cuma memiliki baterai 3000 mAh. Walau dari segi kapasitas baterai Galaxy S8 tidak terlalu besar, namun secara umum kinerja yang diberikan masih bisa diandalkan.
Tabel persentase kinerja baterai ketika digunakan untuk berbagai aktivitas bisa dilihat pada gambar.
Ketika dilakukan pengisian daya, kapasitas baterai dari 0 hingga penuh (100%) bisa diisi dengan waktu yang relatif lebih singkat, kurang dari 2 jam. Hal ini tak lain berkat teknologi fast charging yang juga sudah tersemat di dalam smartphone ini yang ternyata cukup bisa diandalkan.
ADS HERE !!!